Banyuwangi, 26 Juni 2026 — LP Ma’arif PCNU Banyuwangi bersama Kupuku menggelar komunikasi kolaborasi di Kantor LP Ma’arif PCNU Banyuwangi pada Jumat (26/6/2026), sebagai langkah lanjutan atas kerja sama program yang telah berjalan sejak 2022.
Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah pendampingan sekolah, khususnya dalam pengelolaan manajemen pendidikan, pengembangan pembelajaran ko-kurikuler, serta penguatan sekolah berbasis kearifan lokal melalui pendekatan Project Based Learning atau PJBL.
Dari pihak Kupuku, kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Kupuku, Dito, bersama Yohan. Sementara dari LP Ma’arif PCNU Banyuwangi hadir Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., serta Wakil Sekretaris LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Abdur Rohim, M.Pd.
Baca Juga : H. Kamto, Wakil Ketua LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Ajak Wali Murid Jadi Duta Promosi, MI Miftahul Ulum
Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penguatan kerja sama strategis. Fokus utama yang dibahas adalah bagaimana program kolaborasi yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan, diperbaiki, serta diperluas dampaknya bagi satuan pendidikan di bawah pendampingan LP Ma’arif PCNU Banyuwangi.
Salah satu manfaat penting dari kerja sama tersebut adalah hadirnya pendampingan dalam pengelolaan sekolah. Melalui kolaborasi ini, sekolah diharapkan memiliki tata kelola yang lebih baik, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan. Manajemen sekolah menjadi titik penting karena berhubungan langsung dengan mutu layanan pendidikan, efektivitas program, serta keberlanjutan pengembangan lembaga.
Dalam forum tersebut mengemuka bahwa kerja sama LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dan Kupuku telah memberikan manfaat nyata bagi beberapa lembaga pendidikan. Sejumlah sekolah yang telah menerima pendampingan antara lain TK Kadijah 119 Gambiran, RA Kadijah 203 Srono, dan MI Al Falah Benculuk.
Keberadaan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas lembaga pendidikan secara bertahap. Tidak hanya pada aspek administratif, tetapi juga pada aspek pembelajaran, pengelolaan program, dan penguatan karakter sekolah sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta lingkungan masing-masing.
Salah satu arah penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana penyusunan adendum kerja sama. Adendum ini dipandang sebagai langkah lanjutan agar program yang telah berjalan sejak 2022 memiliki penguatan baru, baik dari sisi teknis pelaksanaan, sasaran pendampingan, maupun keberlanjutan program pada masa mendatang.
“Tujuan kehadiran ini adalah melanjutkan kerja sama program yang sudah berjalan sejak 2022. Ke depan, kerja sama ini akan diperkuat melalui adendum agar pelaksanaan program semakin terarah,” demikian pesan utama yang mengemuka dalam forum kolaborasi tersebut.
Selain penguatan manajemen sekolah, kolaborasi ini juga menaruh perhatian pada pembelajaran ko-kurikuler. Fokus pembelajaran diarahkan pada pengembangan kearifan lokal berbasis PJBL. Pendekatan ini dinilai relevan karena memberi ruang kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman, proyek nyata, serta pengenalan terhadap potensi lokal yang dekat dengan kehidupan mereka.
Dengan pendekatan berbasis proyek, sekolah tidak hanya menjalankan pembelajaran sebagai rutinitas kelas, tetapi juga dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan sekitar. Di titik ini, kearifan lokal menjadi sumber belajar yang penting untuk memperkaya pengalaman peserta didik.
Target ke depan dari kerja sama ini adalah lahirnya sekolah yang dapat menjadi percontohan. Sekolah percontohan tersebut diharapkan tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi pengimbas bagi sekolah lain. Dengan demikian, manfaat pendampingan dapat menyebar lebih luas dan tidak berhenti pada satuan pendidikan yang menjadi sasaran awal.
Forum tersebut juga menegaskan pentingnya kualitas pendampingan yang lebih baik pada masa mendatang. Pendampingan tidak cukup hanya bersifat sesaat, tetapi perlu dilakukan secara berkesinambungan agar tujuan kerja sama benar-benar berjalan dan dapat dirasakan oleh sekolah.
Dalam konteks inilah, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dan Kupuku memandang penting adanya kesinambungan program dari jenjang PAUD hingga SMA/MA/K. Pendampingan lintas jenjang tersebut diharapkan mampu menciptakan kesinambungan tata kelola dan pembelajaran, sehingga sekolah-sekolah yang berada dalam ekosistem pendidikan Ma’arif dapat berkembang secara lebih sistematis.
Arah kolaborasi ini juga dinilai memiliki keterkaitan dengan program Sekolah Inspiratif. Program pendampingan yang berkesinambungan dari PAUD hingga SMA/MA/K diproyeksikan dapat “nyambung dengan program Sekolah Inspiratif,” sehingga penguatan kelembagaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian dari desain besar peningkatan mutu pendidikan.
Bagi LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat layanan kepada lembaga pendidikan. Sekolah tidak hanya didorong untuk bertahan menjalankan aktivitas pembelajaran, tetapi juga diarahkan agar mampu berkembang, memiliki keunggulan, dan memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara bagi Kupuku, keberlanjutan kerja sama ini menjadi ruang untuk memperluas kontribusi dalam pendampingan sekolah. Kehadiran Kupuku dalam forum tersebut menunjukkan bahwa program yang telah berjalan masih memiliki ruang penguatan, terutama dalam mendukung sekolah agar lebih siap menghadapi kebutuhan pengelolaan pendidikan yang semakin dinamis.
Pertemuan komunikasi kolaborasi di Kantor LP Ma’arif PCNU Banyuwangi ini menjadi penanda penting bahwa kerja sama kelembagaan perlu terus dirawat melalui komunikasi, evaluasi, dan pembaruan arah program. Dengan penguatan adendum, pendampingan yang lebih berkesinambungan, serta target lahirnya sekolah percontohan, kolaborasi LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dan Kupuku diharapkan dapat memberi manfaat lebih luas bagi peningkatan mutu sekolah.
Ke depan, pendampingan sekolah menjadi salah satu kunci agar kerja sama ini tidak hanya berhenti pada dokumen program, tetapi benar-benar bergerak dalam praktik pendidikan. Melalui tata kelola yang lebih baik, pembelajaran ko-kurikuler berbasis kearifan lokal, serta penguatan sekolah inspiratif, kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan model pendampingan pendidikan yang berdampak dan berkelanjutan.
pendidikan metropolitan nasional