TEGALDLIMO, 6 Juli 2026 – MINU Da'watul Falah Kedunguwungu menggelar Festival Lomba Paduan Suara Fatayat NU Se-Kecamatan Tegaldlimo sebagai bagian dari rangkaian Harlah ke-68, Minggu (5/7/2026), bersama 16 kelompok perwakilan ranting Fatayat NU se-Kecamatan Tegaldlimo. Kegiatan yang dihadiri Ketua PAC Fatayat Muslimat Kecamatan Tegaldlimo dan Ketua BP3MNU Mahmud Yunus, M.Pd.I. tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah, mengembangkan kreativitas kader, sekaligus memeriahkan hari lahir madrasah.
Festival berlangsung meriah sejak pembukaan hingga penutupan. Seluruh kelompok menampilkan kemampuan terbaik melalui harmonisasi vokal, kekompakan, teknik bernyanyi, serta penghayatan lagu-lagu religi, kebangsaan, dan ke-NU-an. Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai setiap penampilan, sementara sportivitas dan kebersamaan menjadi nilai yang terus dijunjung selama perlombaan.
Baca Juga : Kapusdiklatda Argasonya Jainudin Hadiri Kemah Lintas Generasi, Perkuat Persaudaraan Alumni
Kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah antaranggota Fatayat NU se-Kecamatan Tegaldlimo, menumbuhkan kecintaan terhadap lagu-lagu perjuangan dan ke-NU-an, mengembangkan bakat serta kreativitas dalam seni paduan suara, sekaligus memeriahkan Harlah ke-68 MINU Da'watul Falah Kedunguwungu. Festival juga menjadi ruang bagi kader Fatayat NU untuk terus berkarya dan berprestasi melalui media seni.
"Festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperkuat kekompakan, sekaligus mendorong kader Fatayat NU terus berkarya melalui seni," ujar Ketua BP3MNU Mahmud Yunus, M.Pd.I.
Antusiasme seluruh peserta menjadikan festival ini lebih dari sekadar ajang kompetisi. Proses latihan hingga penampilan di atas panggung memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan seni vokal, rasa percaya diri, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Bagi organisasi, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi, komunikasi, serta solidaritas antarranting Fatayat NU se-Kecamatan Tegaldlimo.
Selain melestarikan seni paduan suara sebagai media syiar Islam, festival juga memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi dan mendorong kader untuk lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai program Fatayat NU. Semangat persaudaraan dan saling menghargai yang tumbuh selama kegiatan diharapkan menjadi modal penting dalam menjalankan program-program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap festival ini menjadi agenda berkelanjutan yang melahirkan kader Fatayat NU yang kreatif, percaya diri, dan semakin aktif berkontribusi bagi organisasi maupun masyarakat," tambah Mahmud Yunus.
Secara keseluruhan, Festival Lomba Paduan Suara Fatayat NU Se-Kecamatan Tegaldlimo tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya kader, mempererat persatuan, serta meningkatkan citra Fatayat NU sebagai organisasi perempuan yang aktif, kreatif, berdaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rangkaian Harlah ke-68 MINU Da'watul Falah Kedunguwungu masih akan berlanjut pada Selasa, 7 Juli 2026, melalui penyelenggaraan Lomba Tumpeng se-PAC Tegaldlimo yang dikoordinasikan oleh Moh. Ridwan, S.Pd. Kegiatan tersebut diharapkan kembali menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menyemarakkan peringatan Harlah ke-68 MINU Da'watul Falah Kedunguwungu.
