BANYUWANGI — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Ngerandu NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWC NU Srono. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi, membumikan Gerakan Ayo Sekolah NU atau GASNU, serta meningkatkan tata kelola lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Banyuwangi.
Program tersebut diarahkan agar kebijakan dan layanan pendidikan Ma’arif tidak berhenti pada tingkat cabang maupun majelis wakil cabang, tetapi dapat menjangkau hingga tingkat anak ranting NU. Melalui pendekatan tersebut, informasi, program, dan layanan organisasi diharapkan dapat diterima secara lebih merata oleh lembaga pendidikan dan masyarakat.
Salah satu agenda utama yang disampaikan dalam Ngerandu NU adalah pendataan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Banyuwangi. Pendataan dilakukan melalui sistem Digital Ma’arif dengan batas akhir 15 Juli 2026, sebagaimana tercantum dalam surat edaran PC LP Ma’arif NU Banyuwangi.
Pendataan berbasis digital tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun basis informasi lembaga yang lebih terstruktur. Data itu diharapkan mendukung proses perencanaan, koordinasi, pelayanan administrasi, serta pengambilan kebijakan pendidikan di lingkungan Ma’arif NU Banyuwangi.
Selain pendataan lembaga, PC LP Ma’arif NU Banyuwangi juga melakukan penataan administrasi melalui penerbitan surat keputusan. Proses itu meliputi pengusulan surat keputusan kepala sekolah atau madrasah serta surat keputusan guru.
Batas akhir pengusulan ditetapkan pada 15 Juli 2026. Surat keputusan yang telah diterbitkan selanjutnya disampaikan kepada lembaga masing-masing melalui MWC NU dan MWC LP Ma’arif NU.
“Program pendidikan Ma’arif harus dapat menjangkau lembaga sampai ke tingkat bawah. Pendataan, penerbitan surat keputusan, pelatihan, serta penguatan tata kelola dilaksanakan secara terkoordinasi agar pelayanan kepada lembaga menjadi lebih tertib,” demikian pesan yang disampaikan dalam pemaparan program Ngerandu NU.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan juga menjadi perhatian. PC LP Ma’arif NU Banyuwangi merencanakan workshop dan bimbingan bagi kepala PAUD NU, kepala sekolah, dan kepala madrasah. Program itu ditujukan untuk mendukung peningkatan kemampuan kepemimpinan dan pengelolaan lembaga pendidikan.
Pada bidang akademik, bimbingan teknis bagi wakil kepala sekolah atau madrasah bidang kurikulum akan dilaksanakan dengan pendekatan berbasis zona. Pola serupa juga diterapkan dalam bimbingan teknis wakil kepala sekolah atau madrasah bidang kesiswaan.
Pendekatan berbasis zona memungkinkan kegiatan pendampingan dilaksanakan dengan mengelompokkan lembaga berdasarkan wilayah. Dengan demikian, koordinasi antarlembaga serta penyampaian materi pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sistematis.
PC LP Ma’arif NU Banyuwangi turut memperkuat Gerakan Pramuka melalui Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif atau SAKOMA. Penguatan tersebut telah ditandai dengan pengukuhan SAKOMA oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.Keberadaan SAKOMA diharapkan menjadi sarana pembinaan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan Ma’arif. Gerakan Pramuka juga menjadi bagian dari upaya membangun kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar.
Pada aspek ideologi dan nilai keagamaan, penguatan Aswa akan dilakukan pada seluruh jenjang pendidikan melalui kerja sama dengan Pengurus Wilayah LP Ma’arif. Langkah ini menegaskan pentingnya pendidikan nilai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan akademik dan kelembagaan.
Dalam tata kelola kegiatan, PC LP Ma’arif NU Banyuwangi menetapkan bahwa berbagai kebutuhan pendidikan Ma’arif, seperti pelatihan, rapat pimpinan, rapat koordinator bidang, kegiatan pengembangan, hingga pengadaan kelengkapan pembelajaran, dilaksanakan melalui Badan Usaha Milik NU atau BUMNU.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian organisasi sekaligus memastikan bahwa aktivitas pendidikan memberikan nilai manfaat bagi ekosistem ekonomi Nahdlatul Ulama.
Penataan aset juga dilakukan melalui inventarisasi aset PC LP Ma’arif secara berkala dengan menggunakan aplikasi. Sistem tersebut diharapkan mempermudah pencatatan, pemantauan, serta pengendalian aset organisasi secara lebih tertib.
Untuk menjamin ketepatan komunikasi, setiap informasi, instruksi, dan kebijakan organisasi akan disampaikan melalui surat edaran. Seluruh kegiatan juga diarahkan melalui mekanisme satu pintu atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Pengurus PC LP Ma’arif NU Banyuwangi menegaskan bahwa organisasi dijalankan dengan prinsip kerja tim dan kolegial. Setiap pengurus memiliki pembagian tugas dan peran agar program dapat dilaksanakan secara terkoordinasi.
Melalui Ngerandu NU di MWC NU Srono, PCNU Banyuwangi berupaya memperkuat hubungan antara struktur organisasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Konsolidasi tersebut diharapkan membangun tata kelola pendidikan Ma’arif yang lebih tertib, terintegrasi, berbasis data, serta mampu menjangkau struktur NU sampai ke tingkat anak ranting.
pendidikan nasional
