SRONO – Gerakan Ayo Sekolah dan Madrasah NU (GASNU) yang dilaksanakan LP Ma’arif MWC NU Srono menunjukkan capaian positif dalam perolehan murid baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Berdasarkan hasil pendataan pada 20 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di bawah naungan LP Ma’arif MWC Srono, jumlah murid baru yang masuk mencapai 361 siswa, melampaui jumlah lulusan yang tercatat sebanyak 345 siswa.
Capaian tersebut menghasilkan selisih positif sebanyak 16 siswa atau setara dengan tingkat perolehan murid baru sebesar 104,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa jumlah murid baru yang diterima tidak hanya mampu menggantikan seluruh siswa yang lulus, tetapi juga memberikan pertumbuhan positif sebesar 4,6 persen.
Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan evaluasi dan penguatan program GASNU 2026 yang melibatkan lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif di Kecamatan Srono. Hasil ini menjadi indikator penting keberhasilan upaya bersama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif.
Ketua LP Ma’arif MWC NU Srono, Asro’i, menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antarlembaga pendidikan sebagai kunci keberhasilan program GASNU. Menurutnya, seluruh lembaga perlu membangun sinergi yang kuat untuk mencapai target perolehan murid baru.
Baca Juga : Zahra Warda Khumayra, Siswi SMK NU Darussalam Srono, Finalis Lomba Dai Kamtibmas Polresta Banyuwangi
“Lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif harus terus menjaga kolaborasi, saling support dan memberikan dukungan, serta berbagi informasi,” ujarnya.
Arahan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan perolehan murid baru bukan hanya menjadi tanggung jawab masing-masing lembaga, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar LP Ma’arif. Kolaborasi yang baik dinilai mampu memperkuat promosi, pertukaran informasi, dan pendampingan calon peserta didik pada setiap jenjang pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Rofi’ Udin, Pengurus LP Ma’arif PCNU Banyuwangi Bidang SDM dan Litbang, menyampaikan paparan mengenai Tujuh Perintah Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi untuk GASNU 2026. Paparan tersebut menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang terintegrasi guna memperkuat keberhasilan perolehan murid baru di seluruh lembaga pendidikan Ma’arif.
Salah satu poin yang disampaikan adalah pentingnya berbagi akses data peserta didik kelas akhir antarjenjang pendidikan. Langkah ini dinilai strategis untuk memudahkan proses pendampingan calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain itu, lembaga pendidikan juga didorong untuk melakukan advokasi yang lebih fokus kepada peserta didik agar melanjutkan pendidikan di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pendidikan sekaligus meningkatkan jumlah murid baru pada setiap jenjang.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, sejumlah madrasah mencatat capaian yang menonjol. MI Tarbiyatul Athfal 2 Kepundungan menjadi lembaga dengan persentase tertinggi sebesar 600 persen. Posisi berikutnya ditempati MI Miftahul Ulum Wonosobo dengan 177,3 persen, MI Tarbiyatul Athfal 1 Sumbersari sebesar 130 persen, MI Sunan Giri Kebaman sebesar 119 persen, dan MI Tarbiyatuth Tholabah Kebaman sebesar 117,4 persen.
Di sisi lain, data juga menunjukkan beberapa lembaga masih memerlukan penguatan strategi PPDB, antara lain MI Al Khoiriyah Parijatah Kulon dengan capaian 55,6 persen, MI Al Ikhlas Bagorejo sebesar 62,5 persen, MI Unggulan Al Muttaqin Bagorejo sebesar 62,5 persen, MI Miftahul Huda Wonosobo sebesar 62,5 persen, serta MI Al Hikmah 1 Sukonatar sebesar 64,8 persen.
Secara keseluruhan, capaian 104,6 persen menunjukkan bahwa GASNU 2026 di Kecamatan Srono berhasil melampaui target perolehan murid baru. Dari total 345 siswa yang lulus, lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif MWC Srono mampu memperoleh 361 murid baru atau bertambah 16 siswa.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pendidikan Ma’arif di Kecamatan Srono. Melalui kolaborasi antarlembaga, berbagi data, serta advokasi pendidikan yang terarah, LP Ma’arif MWC Srono menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat perolehan murid baru dan menjaga keberlanjutan pendidikan Ma’arif pada Tahun Ajaran 2026/2027.
pendidikanBERITA TERKAIT
