BANYUWANGI — Pramuka Satuan Komunitas Ma’arif NU Bangorejo menggelar Upacara Hari Pramuka ke-65 di halaman MI Al Ikhlas Bangorejo, Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa, guru, pembina Pramuka, dan kepala madrasah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, semangat kebangsaan, serta pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma di lingkungan pendidikan Ma’arif NU.
Peserta upacara berasal dari 14 pangkalan Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Bangorejo. Sebanyak 420 siswa kelas VI putra dan putri mengikuti kegiatan, didampingi 140 guru, 28 pembina Pramuka SAKOMA NU, serta 14 Kamabigus. Keterlibatan lintas pangkalan tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan madrasah dalam menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai salah satu ruang pembentukan karakter peserta didik.
Upacara dihadiri Ketua LP Ma’arif NU Bangorejo Supriyanto, S.Pd.SD., para Kamabigus MI, pembina Pramuka, dewan guru, serta siswa kelas VI. Pengawas Madrasah Kecamatan Bangorejo Mohamad Akbar Hariadi, S.Pd.I. bertindak sebagai pembina upacara.
Baca Juga : PCNU Banyuwangi Gelar Ngerandu NU di Srono, Perkuat Digitalisasi dan Tata Kelola Pendidikan Ma’arif
Selain pelaksanaan upacara, kegiatan juga dirangkai dengan penampilan Tari Jejer Jaran Dawuk dan pembagian hadiah lomba gerak jalan tingkat KKMI Kecamatan Bangorejo. Rangkaian tersebut memberikan ruang bagi siswa tidak hanya untuk mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga menampilkan kreativitas dan kebersamaan antarpangkalan.
Penampilan tari melibatkan 10 penari gandrung binaan Ika Adi Karlina, S.Pd., Pembina MI Al Falah Bangorejo, yang merupakan delegasi dari 10 pangkalan. Sementara itu, pelaksanaan upacara didukung 30 petugas yang berasal dari 14 pangkalan, dengan Maulida Nur Kamila dari Pangkalan MI Al Jazari Bangorejo bertugas sebagai Pratama.
Pengurus Harian Pramuka SAKOMA NU Bangorejo, Kanvillah Johar Hindana, S.Pd., menyampaikan bahwa keseluruhan rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai harapan.
“Pelaksanaan tertib, sukses luar biasa,” ujar Kanvillah.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat semangat kepramukaan di lingkungan pendidikan Ma’arif NU. Melalui kegiatan bersama, siswa diperkenalkan kembali pada nilai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Keikutsertaan siswa dari 14 pangkalan juga menjadi bagian penting dalam membangun interaksi dan rasa persaudaraan antarmadrasah. Dalam konteks pendidikan karakter, kegiatan kepramukaan diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, melaksanakan tugas, menghargai aturan, dan membangun kemandirian.
Penyelenggara menempatkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai nilai utama yang hendak terus ditumbuhkan kepada peserta didik. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami dalam kegiatan Pramuka, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah maupun lingkungan masyarakat.
Kegiatan Hari Pramuka di Bangorejo juga mempertemukan berbagai unsur pendidikan, mulai dari siswa, guru, pembina, Kamabigus, pengawas madrasah hingga pengurus LP Ma’arif NU. Kebersamaan itu menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi berkarakter.
Melalui kegiatan tersebut, Pramuka SAKOMA NU Bangorejo berharap gerakan kepramukaan semakin berperan sebagai wadah pembentukan peserta didik yang berilmu, berakhlak, mandiri, kreatif, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Bangorejo pada akhirnya tidak hanya menghadirkan sebuah upacara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan penguatan nilai bagi komunitas pendidikan Ma’arif NU. Dengan keterlibatan ratusan peserta dari berbagai pangkalan, kegiatan tersebut mempertegas komitmen untuk menjadikan kepramukaan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter generasi muda.
pendidikan nasional