Banyuwangi, 1 Juli 2026 — Bank Indonesia menyelenggarakan Inkubasi dan Kurasi Modest Fashion dan Wastra Nusantara Kategori Pelajar pada 30 Juni–1 Juli 2026 sebagai upaya melahirkan desainer busana muslim muda yang kompeten, kreatif, dan inovatif. Kegiatan tahunan yang diikuti 17 SMK ini menjadi ruang pembinaan bagi pelajar, terutama berbasis pondok pesantren, untuk mengembangkan karya modest fashion yang memadukan nilai budaya, kreativitas, inovasi, serta prinsip ekonomi syariah.
Program inkubasi dan kurasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian FESyar dan Sekarkijang Creative Fest. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pendampingan dan proses kurasi untuk mengembangkan ide serta karya desain busana muslim yang mampu mengintegrasikan prinsip modest fashion dengan kekayaan budaya Nusantara melalui pemanfaatan wastra khas Sekarkijang.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai proses pembinaan bagi calon desainer muda. Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk menghasilkan rancangan busana muslim yang memiliki karakter kuat, bernilai budaya, kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan industri fesyen muslim saat ini.
Hadir sebagai mentor, Irna Mutiara, Muslim Fashion Mentor sekaligus Founder Islamic Fashion Institute, memberikan pembinaan kepada seluruh peserta selama proses inkubasi dan kurasi. Kehadiran praktisi industri tersebut memperkaya wawasan peserta mengenai pengembangan desain modest fashion yang memiliki identitas budaya sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar.
Baca Juga : Menjaga Pendidikan agar Tidak Kehilangan Energi Keunggulan
Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan melahirkan desainer modest wear yang kompeten, kreatif, dan inovatif. Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam merancang busana muslim, peserta juga didorong untuk mampu mengangkat nilai budaya daerah melalui karya yang memiliki identitas lokal sekaligus berdaya saing.
Hasil pembinaan tersebut tercermin dari capaian salah satu peserta yang berhasil meraih peringkat ketiga tingkat wilayah Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa proses inkubasi dan kurasi mampu menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat regional sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus mengembangkan potensi di bidang desain fesyen muslim.
Lebih dari sekadar menghasilkan prestasi, kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam mengembangkan ide dan karya desain modest fashion berbasis budaya. Pemanfaatan wastra khas Sekarkijang sebagai inspirasi desain menjadi wujud pelestarian nilai budaya lokal melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan industri fesyen.
Program ini juga memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya mengintegrasikan prinsip modest fashion, keberlanjutan (sustainability), dan ekonomi syariah dalam proses berkarya. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa nilai budaya, keberlanjutan, serta potensi ekonomi yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraan Inkubasi dan Kurasi Modest Fashion dan Wastra Nusantara Kategori Pelajar, Bank Indonesia terus mendorong lahirnya talenta-talenta muda di bidang fesyen muslim yang mampu mengangkat kekayaan budaya Indonesia menjadi karya kreatif bernilai tinggi. Pembinaan semacam ini diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi desainer busana muslim yang profesional, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif serta ekonomi syariah di masa mendatang.
pendidikan metropolitan nasional