BARUREJO — Ranting Muslimat NU bersama Ranting NU Barurejo menggelar kegiatan Penguatan Pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Barurejo, Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 13.00. Kegiatan yang melibatkan TK Khadijah 86 dan MI Al Muawanah 1 itu diikuti sekitar 180 peserta dan dihadiri Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd., M.Ag., bersama sejumlah unsur pemerintahan desa, yayasan, dan badan otonom NU.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus meneguhkan keteladanan Rasulullah SAW dalam proses pendidikan. Momentum Maulid Nabi tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi peserta didik, keluarga, dan masyarakat.
Selain Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, kegiatan juga dihadiri Kepala Desa, Ketua Yayasan, Ketua Ranting NU, jajaran PAC Muslimat NU, Fatayat NU, serta unsur badan otonom Nahdlatul Ulama. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan dukungan lintas elemen terhadap penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat Barurejo.
Baca Juga : SAKOMA NU Bangorejo Jadikan Hari Pramuka ke-65 Momentum Membentuk Generasi Berkarakter
Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd., M.Ag., menekankan bahwa pendidikan seharusnya tidak berhenti pada proses penyampaian pengetahuan. Pendidikan juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan menanamkan nilai kehidupan kepada peserta didik.
“Pendidikan yang tepat bukan hanya mengantarkan anak-anak kita memiliki pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan nilai kehidupan. Pendidikan di lingkungan LP Ma’arif harus terus menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian penting dalam proses mendidik generasi,” ujar Saeroji.
Pesan tersebut menjadi salah satu titik tekan dalam kegiatan. Penguatan Aswaja An-Nahdliyah diposisikan sebagai fondasi penting bagi pendidikan yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga membangun kepribadian, sikap, dan orientasi moral peserta didik.
Bagi LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, penguatan pendidikan berbasis Aswaja memiliki nilai strategis karena pendidikan merupakan ruang utama pembentukan generasi. Melalui lembaga pendidikan, nilai-nilai keagamaan, keteladanan, dan karakter dapat ditanamkan secara berkelanjutan dan terarah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi ceramah atau peringatan tahunan, melainkan hadir dalam perilaku, pembiasaan, dan proses pendidikan.
Keterlibatan TK Khadijah 86 dan MI Al Muawanah 1 dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan nilai sejak usia dini dan jenjang dasar. Sekolah dan madrasah dipandang memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan dan karakter yang kuat.
Jumlah peserta yang mencapai sekitar 180 orang juga menjadi catatan penting dalam pelaksanaan kegiatan. Partisipasi tersebut menunjukkan adanya perhatian masyarakat terhadap agenda pendidikan dan keagamaan yang menghubungkan lembaga pendidikan dengan organisasi kemasyarakatan.
Kolaborasi antara Ranting Muslimat NU, Ranting NU Barurejo, lembaga pendidikan, pemerintah desa, yayasan, Fatayat NU, serta badan otonom lainnya turut memperkuat dimensi sosial kegiatan. Pendidikan dalam konteks tersebut tidak dipandang sebagai tanggung jawab sekolah atau madrasah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kehadiran LP Ma’arif PCNU Banyuwangi juga memberi penguatan terhadap arah pendidikan di lingkungan Ma’arif. Melalui keterlibatan tersebut, lembaga pendidikan didorong untuk terus menjaga keseimbangan antara penguatan kompetensi, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa momentum keagamaan dapat dikembangkan menjadi ruang penguatan pendidikan yang lebih luas. Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral, membangun kesadaran bersama, serta mempertemukan unsur sekolah, keluarga, organisasi, dan masyarakat.
Bagi masyarakat, manfaat kegiatan tidak hanya terletak pada peringatan Maulid Nabi, tetapi juga pada tumbuhnya kesadaran bersama mengenai pentingnya pendidikan yang berlandaskan nilai. Pendidikan yang kuat membutuhkan kesinambungan antara apa yang diajarkan di sekolah, dibiasakan di rumah, dan diterapkan dalam kehidupan sosial.
Melalui Penguatan Pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Barurejo, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi bersama unsur masyarakat menegaskan kembali pentingnya pendidikan yang membentuk manusia secara utuh.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan Ma’arif tidak hanya berbicara mengenai ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, keteladanan, dan nilai kehidupan. Keteladanan Rasulullah SAW serta penguatan Aswaja An-Nahdliyah ditempatkan sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang tumbuh melalui sekolah, madrasah, keluarga, dan masyarakat.
pendidikan nasional