Banyuwangi, 26 Juni 2026 — LP Ma'arif PCNU Banyuwangi mengambil bagian dalam penyusunan model pencegahan dan mitigasi bullying di lingkungan pesantren dengan menghadiri Forum Group Discussion (FGD) riset bertajuk "Desain Pencegahan dan Mitigasi Bullying Pesantren Melalui Positive Behaviour Support Berkonten Islam Transformatif" yang diselenggarakan LPPM Universitas Negeri Malang di Balesaji Resto Banyuwangi, Jumat (26/6). Forum yang diikuti 20 peserta tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren untuk menghimpun berbagai masukan strategis dalam penyusunan model pencegahan bullying yang efektif, aplikatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam forum tersebut, LP Ma'arif PCNU Banyuwangi mengutus tiga delegasi, yakni Hadiyul Iqdam, S.Pd. dari unsur pimpinan, H. Isnaini selaku Bidang Kurikulum, serta H. Romdhon, S.Pd. selaku Koordinator Bidang Kelembagaan MTs. Kehadiran ketiga perwakilan tersebut merupakan bentuk komitmen LP Ma'arif PCNU Banyuwangi dalam mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang aman, ramah, dan berkarakter melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren.
FGD menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. secara virtual, Kompol Basori Alwi selaku Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, serta Wakil Ketua RMI Banyuwangi sebagai narasumber. Ketiga narasumber memberikan pandangan dari perspektif akademik, keamanan, dan tata kelola pesantren untuk memperkaya desain penelitian yang sedang disusun.
Baca Juga : LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Tekankan Penguatan Karakter Pelajar Melalui Peran Fasilitator IPPNU
Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari akademisi, praktisi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren guna menyusun model pencegahan dan mitigasi bullying di lingkungan pesantren yang efektif, aplikatif, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan Positive Behaviour Support (PBS) berkonten Islam transformatif, penelitian ini diarahkan tidak hanya untuk menangani kasus bullying yang telah terjadi, tetapi juga membangun budaya positif yang mampu mencegah terjadinya kekerasan sejak dini.
Selama forum berlangsung, peserta mengikuti pemaparan konsep penelitian, diskusi bersama para narasumber, identifikasi berbagai bentuk bullying yang berpotensi terjadi di lingkungan pesantren beserta faktor penyebabnya, hingga penyusunan rekomendasi model Positive Behaviour Support berkonten Islam transformatif yang relevan diterapkan di lingkungan pesantren.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam FGD menghasilkan rekomendasi strategis mengenai penguatan karakter santri, pembangunan budaya saling menghormati, penyusunan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta sistem penanganan kasus yang lebih efektif dan ramah bagi seluruh warga pesantren. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan desain penelitian yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti.
Salah satu narasumber menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan represif berupa aturan dan sanksi, melainkan harus dibangun melalui pembentukan budaya positif yang tumbuh dalam kehidupan pesantren.
"Pencegahan bullying di pesantren tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan sanksi, tetapi harus dibangun melalui budaya saling menghormati, keteladanan para pengasuh, penguatan karakter santri, serta penerapan nilai-nilai Islam yang mendorong kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab bersama. Serta membangun sistem anti bullying yang efektif dan lebih ramah."
Pandangan tersebut menjadi benang merah dalam keseluruhan diskusi. Pencegahan bullying dipandang memerlukan keterlibatan seluruh unsur pesantren melalui penguatan nilai, budaya, dan karakter sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.
Selain memperkaya penyusunan desain penelitian, forum ini juga menghasilkan rekomendasi berbasis pengalaman akademik maupun praktik lapangan serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, kepolisian, dan pengelola pesantren dalam upaya pencegahan bullying. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan model yang implementatif dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan pesantren.
Bagi LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, keikutsertaan dalam forum ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam penguatan mutu pendidikan Islam. Melalui partisipasi aktif dalam forum-forum akademik dan pengembangan kebijakan pendidikan, LP Ma'arif berkomitmen mendukung lahirnya lingkungan pesantren yang aman, inklusif, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Islam transformatif sebagai fondasi pembentukan generasi yang unggul, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Banyuwangi, 26 Juni 2026 — LP Ma'arif PCNU Banyuwangi mengambil bagian dalam penyusunan model pencegahan dan mitigasi bullying di lingkungan pesantren dengan menghadiri Forum Group Discussion (FGD) riset bertajuk "Desain Pencegahan dan Mitigasi Bullying Pesantren Melalui Positive Behaviour Support Berkonten Islam Transformatif" yang diselenggarakan LPPM Universitas Negeri Malang di Balesaji Resto Banyuwangi, Jumat (26/6). Forum yang diikuti 20 peserta tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren untuk menghimpun berbagai masukan strategis dalam penyusunan model pencegahan bullying yang efektif, aplikatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Dalam forum tersebut, LP Ma'arif PCNU Banyuwangi mengutus tiga delegasi, yakni Hadiyul Iqdam, S.Pd. dari unsur pimpinan, H. Isnaini selaku Bidang Kurikulum, serta H. Romdhon, S.Pd. selaku Koordinator Bidang Kelembagaan MTs. Kehadiran ketiga perwakilan tersebut merupakan bentuk komitmen LP Ma'arif PCNU Banyuwangi dalam mendukung pengembangan ekosistem pendidikan yang aman, ramah, dan berkarakter melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren.
FGD menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. secara virtual, Kompol Basori Alwi selaku Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, serta Wakil Ketua RMI Banyuwangi sebagai narasumber. Ketiga narasumber memberikan pandangan dari perspektif akademik, keamanan, dan tata kelola pesantren untuk memperkaya desain penelitian yang sedang disusun.
Baca Juga : LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Tekankan Penguatan Karakter Pelajar Melalui Peran Fasilitator IPPNU
Kegiatan ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari akademisi, praktisi, aparat kepolisian, dan pengelola pesantren guna menyusun model pencegahan dan mitigasi bullying di lingkungan pesantren yang efektif, aplikatif, serta berlandaskan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan Positive Behaviour Support (PBS) berkonten Islam transformatif, penelitian ini diarahkan tidak hanya untuk menangani kasus bullying yang telah terjadi, tetapi juga membangun budaya positif yang mampu mencegah terjadinya kekerasan sejak dini.
Selama forum berlangsung, peserta mengikuti pemaparan konsep penelitian, diskusi bersama para narasumber, identifikasi berbagai bentuk bullying yang berpotensi terjadi di lingkungan pesantren beserta faktor penyebabnya, hingga penyusunan rekomendasi model Positive Behaviour Support berkonten Islam transformatif yang relevan diterapkan di lingkungan pesantren.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam FGD menghasilkan rekomendasi strategis mengenai penguatan karakter santri, pembangunan budaya saling menghormati, penyusunan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta sistem penanganan kasus yang lebih efektif dan ramah bagi seluruh warga pesantren. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan desain penelitian yang sedang dikembangkan oleh tim peneliti.
Salah satu narasumber menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan represif berupa aturan dan sanksi, melainkan harus dibangun melalui pembentukan budaya positif yang tumbuh dalam kehidupan pesantren.
"Pencegahan bullying di pesantren tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan sanksi, tetapi harus dibangun melalui budaya saling menghormati, keteladanan para pengasuh, penguatan karakter santri, serta penerapan nilai-nilai Islam yang mendorong kasih sayang, keadilan, dan tanggung jawab bersama. Serta membangun sistem anti bullying yang efektif dan lebih ramah."
Pandangan tersebut menjadi benang merah dalam keseluruhan diskusi. Pencegahan bullying dipandang memerlukan keterlibatan seluruh unsur pesantren melalui penguatan nilai, budaya, dan karakter sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.
Selain memperkaya penyusunan desain penelitian, forum ini juga menghasilkan rekomendasi berbasis pengalaman akademik maupun praktik lapangan serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, kepolisian, dan pengelola pesantren dalam upaya pencegahan bullying. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan model yang implementatif dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan pesantren.
Bagi LP Ma'arif PCNU Banyuwangi, keikutsertaan dalam forum ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam penguatan mutu pendidikan Islam. Melalui partisipasi aktif dalam forum-forum akademik dan pengembangan kebijakan pendidikan, LP Ma'arif berkomitmen mendukung lahirnya lingkungan pesantren yang aman, inklusif, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai Islam transformatif sebagai fondasi pembentukan generasi yang unggul, berakhlak, dan bertanggung jawab.
