Banyuwangi, 1 Juli 2026 — Pusdiklatcab Macan Putih Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi menyelenggarakan Pitaran Pelatih Tahun 2026 pada Rabu (1/7/2026) di Aula Pelatihan SMK Gajah Mada Banyuwangi. Kegiatan yang diikuti 40 Pelatih Pembina Pramuka dari seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut menjadi forum peningkatan kompetensi dan penyamaan persepsi terhadap Bahan Serahan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) sebagai upaya memperkuat mutu penyelenggaraan kursus kepramukaan.
Mengusung tema "Bedah Kupas Tuntas Jukran Nomor 17 Tahun 2023 tentang Bahan Serahan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar", kegiatan ini difokuskan pada pendalaman setiap bab dan pokok bahasan yang menjadi acuan resmi dalam penyelenggaraan KMD. Selama empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias hingga selesai.
Kegiatan dibuka oleh Andalan Cabang Urusan Binawasa Kwartir Cabang Banyuwangi, Kusno Abi Wibowo
Baca Juga : Menjaga Pendidikan agar Tidak Kehilangan Energi Keunggulan
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pitaran merupakan forum strategis yang dibangun oleh para pelatih untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan tugas pendidikan dan pelatihan kepramukaan.
"Kegiatan Pitaran ini merupakan kegiatan dari pelatih, oleh pelatih, dan untuk pelatih. Forum seperti ini menjadi ruang belajar bersama untuk terus meningkatkan kompetensi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kualitas penyelenggaraan kursus yang dilaksanakan oleh Pusdiklat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesamaan pemahaman terhadap bahan serahan menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan kursus.
"Ketika seluruh pelatih memiliki pemahaman yang sama terhadap bahan serahan, maka kualitas kursus akan semakin terjamin dan tujuan pendidikan kepramukaan dapat dicapai dengan lebih baik," tambahnya.
Penyelenggaraan Pitaran memiliki nilai strategis karena sejalan dengan amanat Jukran Nomor 10 Tahun 2024 yang menegaskan bahwa pelatih merupakan bagian dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang menjalankan fungsi sebagai quality assurance atau penjamin mutu penyelenggaraan kursus. Oleh karena itu, setiap pelatih dituntut memahami secara utuh seluruh materi dalam bahan serahan agar tujuan penyelenggaraan KMD, yakni mencetak Pembina Pramuka yang profesional, dapat tercapai sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kepala Pusdiklatcab Macan Putih, Briatmoko, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengajak seluruh pelatih untuk terus membangun budaya belajar dan kolaborasi.
"Pelatih tidak boleh berhenti belajar. Kita harus terus bergiat, saling menguatkan, dan berkolaborasi agar setiap penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di Banyuwangi semakin berkualitas," tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih merupakan investasi penting bagi masa depan pendidikan kepramukaan.
"Peningkatan mutu pelatih merupakan investasi penting bagi masa depan pendidikan kepramukaan. Karena itu, forum-forum akademik seperti Pitaran harus terus dijaga keberlangsungannya agar menjadi budaya belajar di lingkungan Pusdiklat," lanjut Briatmoko.
Secara teknis, kegiatan dilaksanakan melalui metode diskusi partisipatif. Seluruh peserta dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing bertugas menelaah setiap bab beserta poin-poin dalam bahan serahan KMD. Hasil telaah kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta, dilanjutkan dengan sesi tanggapan, penguatan, dan pertanyaan dari kelompok lain untuk memperdalam pembahasan setiap materi.
Metode tersebut mendorong seluruh peserta terlibat aktif dalam proses pembelajaran sekaligus memperkaya perspektif terhadap materi yang akan diajarkan pada setiap penyelenggaraan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Melalui forum ini, para pelatih tidak hanya memperdalam penguasaan materi, tetapi juga membangun kesamaan persepsi mengenai substansi dan cara penyampaian bahan serahan kepada peserta kursus.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selama empat jam pelaksanaan, tidak satu pun peserta meninggalkan forum. Seluruh pelatih mengikuti setiap sesi hingga selesai sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas profesionalnya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di Banyuwangi.
Di akhir kegiatan, para peserta mengaku memperoleh manfaat besar dari proses bedah materi yang dilakukan secara sistematis dan mendalam. Mereka berharap Pitaran dapat terus diselenggarakan secara berkala sebagai wadah peningkatan kompetensi, penyamaan persepsi, sekaligus penguatan kolaborasi antar pelatih.
Melalui Pitaran Pelatih Tahun 2026 ini, Pusdiklatcab Macan Putih Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi pelatih sebagai penjamin mutu penyelenggaraan kursus. Dengan kualitas pelatih yang terus meningkat, diharapkan penyelenggaraan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar di Banyuwangi mampu melahirkan Pembina Pramuka yang profesional dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan kepramukaan.
