BANYUWANGI – Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Ahmad Turmudzi, menyerukan kepada seluruh struktur Nahdlatul Ulama mulai tingkat cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), ranting, pengurus desa, badan otonom (banom), hingga lembaga-lembaga di lingkungan NU untuk bergerak bersama menyukseskan Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) 2026.
Seruan tersebut disampaikan saat peluncuran GASNU 2026 yang digelar di Stadion Suropati Muncar, Banyuwangi, Minggu. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasah di bawah naungan LP Ma’arif PCNU Banyuwangi yang berasal dari 607 lembaga pendidikan pada seluruh jenjang.
Melalui momentum peluncuran ini, PCNU Banyuwangi menegaskan bahwa GASNU bukan sekadar program pendidikan, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen Nahdlatul Ulama hingga tingkat paling bawah. Dengan mengambil titik miqat dari Muncar, gerakan tersebut diharapkan menjadi energi kolektif yang terus bergulir dan menjangkau masyarakat luas.
Baca Juga : Ketua LP Maarif PCNU Banyuwangi Serukan Warga Nahdliyin Kembali ke Rumah Besar Pendidikan NU
H. Ahmad Turmudzi menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan seluruh unsur organisasi untuk mengambil bagian nyata dalam memperkuat pendidikan berbasis madrasah dan sekolah di lingkungan NU.
Menurutnya, keberhasilan GASNU hanya dapat dicapai apabila seluruh komponen NU bergerak dalam satu barisan, saling mendukung, dan hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan pentingnya pendidikan di lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“Seluruh struktur NU, mulai tingkat cabang, MWC, ranting, pengurus desa, banom, hingga lembaga-lembaga NU harus sengkuyung, bahu-membahu, bergerak secara sinergis dan turun tangan mengambil bagian aktif dalam Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) 2026,” tegas H. Ahmad Turmudzi dalam taklimatnya.
Ia juga menyampaikan bahwa peluncuran GASNU di Muncar bukanlah akhir dari rangkaian gerakan, melainkan titik awal konsolidasi yang harus terus dilanjutkan hingga menjangkau lapisan masyarakat paling bawah.
“Dari titik miqat di Muncar ini, konsentrasi GASNU harus terus dilanjutkan hingga ke majelis yasin dan tahlil di dusun-dusun,” ujarnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa GASNU diarahkan menjadi gerakan sosial dan pendidikan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sebaliknya, program ini didorong agar hadir dalam ruang-ruang sosial masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan di sekolah dan madrasah NU.
Peluncuran GASNU 2026 berlangsung dengan melibatkan unsur pendidikan NU dalam jumlah besar. Sebanyak 607 lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif PCNU Banyuwangi mengirimkan perwakilan guru dan kepala sekolah/madrasah untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran pengurus LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, para Ketua MWC Ma’arif se-Banyuwangi, unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Muncar, serta masyarakat Banyuwangi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Keterlibatan lintas struktur organisasi dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan sosialisasi GASNU di seluruh wilayah Banyuwangi.
Melalui peluncuran ini, PCNU Banyuwangi berharap semangat GASNU dapat menjadi gerakan kolektif yang menghubungkan kekuatan organisasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam satu tujuan bersama, yakni memperkuat eksistensi sekolah dan madrasah NU melalui partisipasi aktif seluruh warga Nahdliyin.
Dari Stadion Suropati Muncar, pesan yang disampaikan jelas: pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga sekolah dan madrasah, melainkan menjadi ikhtiar bersama seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama. Karena itu, GASNU 2026 diharapkan terus bergema dari tingkat kabupaten hingga ke dusun-dusun, menjadikan sekolah dan madrasah NU sebagai pilihan utama masyarakat dalam membangun generasi masa depan.
BERITA TERKAIT
