Banyuwangi – Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka LP Ma’arif NU Cabang Banyuwangi menggelar Musyawarah Cabang pada Selasa (2/6/2026) di Kantor LP Ma’arif NU Banyuwangi. Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun arah strategis pengembangan Pramuka Ma’arif NU, sekaligus membentuk kepengurusan baru yang diharapkan mampu menghidupkan kembali gerakan kepramukaan Ma’arif hingga tingkat ranting dan gugus depan.
Kegiatan yang diikuti unsur Mabisako, Pinsako, pembina, pelatih, serta perwakilan dari berbagai wilayah tersebut menghasilkan keputusan penting berupa terpilihnya Kak Syaiful Efendy sebagai Ketua Pinsako Pramuka Ma’arif NU Cabang Banyuwangi.
Baca Juga : Sengkuyung GASNU 2026 Dimulai dari Miqat Muncar, PCNU Banyuwangi Gerakkan Elemen NU Hingga Ranting
Musyawarah cabang tidak hanya membahas pembentukan kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan strategi pengembangan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan Ma’arif NU.
Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi selaku Ka. Mabisako Pramuka Ma’arif NU Cabang Banyuwangi, Kak Drs. H. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan gerakan Pramuka Ma’arif NU tidak dapat dilepaskan dari dukungan seluruh elemen organisasi hingga tingkat kecamatan.
Menurutnya, keberadaan Pinsako di tingkat ranting dan kecamatan menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda yang berkarakter, berakhlak, serta memiliki semangat kebangsaan dan ke-NU-an yang kuat.
“SAKO Pramuka Ma’arif NU harus terus berikhtiar untuk kebaikan generasi penerus. Dukungan dari seluruh jajaran hingga tingkat kecamatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan afiliasi kelembagaan Nahdlatul Ulama melalui legalitas gugus depan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas kelembagaan sekaligus memastikan arah pembinaan kepramukaan tetap sejalan dengan visi pendidikan Ma’arif.
Selain aspek kelembagaan, Saeroji menekankan bahwa gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter yang menjadi ruh kepramukaan dapat menjadi instrumen penting dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
Ia juga mendorong penguatan peran Pramuka dalam mendukung program Ma’arif di 25 kecamatan melalui berbagai kegiatan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan perkemahan, kegiatan destinasi edukatif, serta program moderasi beragama.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada pembinaan peserta didik, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
“Perkemahan, kegiatan destinasi, dan moderasi beragama akan membawa dampak positif, termasuk mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar kegiatan,” katanya.
Dalam sambutannya, Saeroji juga mengajak seluruh insan Pramuka Ma’arif untuk membangun pola pikir bertumbuh atau growth mindset. Ia menilai semangat kemandirian perlu terus ditanamkan agar gerakan Pramuka mampu berkembang secara profesional dan tidak bergantung pada pola pikir serba menerima bantuan.
Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi sekaligus perwakilan pengurus sebelumnya, Kak Abdurrahman, mengingatkan pentingnya menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pembina dan pelatih Pramuka.
Menurutnya, pembinaan generasi muda harus dilandasi keikhlasan serta komitmen untuk membangun karakter bangsa yang berbudi luhur.
Abdurrahman juga mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu sekitar tiga hingga lima tahun terakhir, Banyuwangi relatif kurang aktif mengikuti berbagai kegiatan Pramuka di tingkat wilayah maupun nasional. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan kader untuk kembali membangun semangat dan partisipasi sebagaimana yang pernah dicapai pada masa sebelumnya.
“Ayo kembali membangun semangat seperti dulu sehingga Banyuwangi dapat kembali berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Pramuka harus tetap menjadi organisasi yang menjunjung tinggi nilai netralitas dan persatuan. Perbedaan latar belakang maupun kepemimpinan tidak boleh menjadi alasan munculnya sekat-sekat yang dapat menghambat perkembangan organisasi.
Dalam forum tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan rencana strategis pengembangan SAKO Pramuka Ma’arif NU yang mencakup berbagai bidang, mulai dari penguatan legalitas organisasi hingga program kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan musyawarah pembentukan kepengurusan Mabisako dan Pinsako Cabang Banyuwangi. Sejumlah prinsip yang disepakati dalam penyusunan kepengurusan antara lain memastikan adanya keterwakilan setiap ranting atau kecamatan, melibatkan pembina dan pelatih Pramuka Ma’arif yang potensial, serta memprioritaskan unsur yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Struktur yang dibentuk juga mencakup unsur cabang, ranting, dan Dewan SAKO sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesinambungan program pembinaan.
Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan, forum akhirnya menetapkan Kak Syaiful Efendy sebagai Ketua Pinsako Pramuka Ma’arif NU Cabang Banyuwangi.
Keputusan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi Pramuka Ma’arif NU Banyuwangi dalam menjalankan berbagai program pembinaan, memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat kecamatan, serta mendorong lahirnya kader-kader muda yang memiliki karakter kuat, semangat pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Musyawarah Cabang SAKO Pramuka Ma’arif NU Banyuwangi sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan gerakan kepramukaan sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung pendidikan Ma’arif NU. Dengan penguatan kelembagaan, legalitas organisasi, dan kepengurusan baru yang representatif, Pramuka Ma’arif NU Banyuwangi diharapkan mampu kembali aktif, progresif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan generasi muda di Banyuwangi.
BERITA TERKAIT
