Banyuwangi, 18 Juni 2026 – Momentum Haflah Akhirussanah, Tasyakuran Purnawiyata 2026, serta Wisuda RA dan MI Misbahul Ulum Telemung, Kecamatan Kalipuro, menjadi titik awal penguatan Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) di wilayah Kalipuro. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari wali murid, tokoh masyarakat, pemerintah desa, pengurus NU, dan warga sekitar.

Baca Juga : Ketua LP Ma’arif Banyuwangi Apresiasi MI Nurul Athhar Cluring sebagai Madrasah Multi Talenta
Acara yang digelar di lingkungan MI Misbahul Ulum Telemung itu menghadirkan Wakil Sekretaris LP Ma’arif PCNU Banyuwangi Abdur Rohim, M.Pd., Korbid Kurikulum LP Ma’arif PCNU Banyuwangi Isnaini, M.Pd., Kepala Dusun, Kepala Desa Telemung, Ketua MWC NU, tokoh masyarakat, serta para wali murid.
Dalam kesempatan tersebut, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan dan memperkuat keberadaan madrasah sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Abdur Rohim menyampaikan bahwa pelaksanaan GASNU di MI Misbahul Ulum Telemung bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal gerakan bersama dalam memperkuat pendidikan Ma’arif NU di Kecamatan Kalipuro.
Menurutnya, GASNU yang telah dilaunching dari MI Misbahul Ulum harus menjadi gerakan kolektif yang dilanjutkan secara serentak oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) bersama Lembaga Pendidikan Ma’arif (LPM) MWC NU se-Kecamatan Kalipuro.
Selain itu, ia juga mendorong MWC NU yang baru terbentuk agar segera melengkapi struktur organisasi dengan membentuk kepengurusan Lembaga Pendidikan Ma’arif tingkat MWC sebagai motor penggerak program-program pendidikan NU di wilayah masing-masing.
Dalam arahannya, Abdur Rohim mengutip pesan yang selama ini dikenal luas dalam dunia pendidikan, yakni “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan masyarakat.
Ia juga mengajak pemerintah desa untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung kemajuan madrasah melalui berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memperkuat keberlangsungan pendidikan di lingkungan masyarakat.
“Kepala desa diharapkan turut turun tangan membantu madrasah dan berkolaborasi dalam program GASNU LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dalam rangka menghidupkan kembali semangat masyarakat terhadap madrasah,” ujarnya.
Tidak hanya berbicara tentang pendidikan formal, forum tersebut juga menghasilkan usulan strategis terkait penguatan pendidikan keagamaan di tingkat desa. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah kemungkinan penyusunan Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur dan mendorong anak-anak usia wajib belajar untuk kembali mengaji di mushala dan masjid setelah waktu Magrib hingga Isya.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen sosial yang mampu memperkuat budaya mengaji di lingkungan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Dalam forum tersebut disampaikan harapan agar wali murid RA dan MI memperoleh kemudahan ketika mengurus surat keterangan tidak mampu yang menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial pemerintah maupun Program Indonesia Pintar (PIP).
Menurut para peserta, kemudahan administrasi tersebut akan membantu keluarga yang membutuhkan agar dapat mengakses layanan dan bantuan pendidikan secara lebih efektif.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari tingginya partisipasi peserta selama acara berlangsung. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan adanya dukungan yang kuat terhadap pengembangan pendidikan berbasis madrasah di wilayah Telemung dan sekitarnya.
Dampak positif juga terlihat dari respons wali murid yang menunjukkan semangat untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya ke lembaga pendidikan Ma’arif pada jenjang berikutnya. Hal ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus tumbuh dan menjadi modal penting bagi keberlanjutan program GASNU.
Haflah Akhirussanah, Tasyakuran Purnawiyata, dan Wisuda RA-MI Misbahul Ulum tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pelepasan peserta didik, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi berbagai pihak dalam memperkuat masa depan pendidikan NU di tingkat akar rumput.
Melalui sinergi antara madrasah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, wali murid, dan struktur Nahdlatul Ulama, program GASNU diharapkan mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkokoh posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang dekat dengan kebutuhan umat.
Dengan dimulainya GASNU dari MI Misbahul Ulum Telemung, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi berharap gerakan ini dapat terus berkembang dan digerakkan secara bersama-sama oleh seluruh elemen NU di Kecamatan Kalipuro demi terwujudnya pendidikan yang lebih maju, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
