SINGOJURUH – Komitmen memperkuat pendidikan Nahdlatul Ulama kembali ditegaskan melalui peluncuran dan pengenalan Gerakan Ayo Sekolah Madrasah NU (GASNU) dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ MWC NU Singojuruh, Ahad (14/6/2026). Melalui forum yang dihadiri sekitar 300 jamaah tersebut, PC LP Ma’arif NU bersama MWC LP Ma’arif NU Singojuruh mengajak warga Nahdliyin untuk memberikan perhatian, dukungan, dan kepercayaan yang lebih besar kepada sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan launching LAZISNU tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran kolektif warga NU terhadap pentingnya membangun dan menghidupkan lembaga-lembaga milik organisasi. Selain sebagai forum silaturahmi, Lailatul Ijtima’ dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi organisasi dan penyampaian program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PC LP Ma’arif NU Drs. Saeroji, M.PdI., M.Ag., Sekjend PCNU, Ketua PC LAZISNU, serta Ketua Tanfidziyah dan Syuriah MWC NU Singojuruh. Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat pesan bahwa pendidikan dan pemberdayaan umat merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen Nahdlatul Ulama.
Agenda utama kegiatan adalah pengenalan dan launching GASNU. Gerakan ini diperkenalkan sebagai ikhtiar bersama untuk mengajak warga NU menyekolahkan putra-putrinya di sekolah dan madrasah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Melalui GASNU, LP Ma’arif NU berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan lembaga pendidikan yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan organisasi.
Baca Juga : LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Perkuat Ekosistem Pendidikan NU pada Perpisahan TK Annuriyah Purwoharjo
Dalam sambutannya, Ketua PC LP Ma’arif NU, Drs. Saeroji, M.PdI., M.Ag., menegaskan bahwa Lailatul Ijtima’ memiliki peran penting dalam menjaga hubungan yang erat antara pengurus dan jamaah. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur dan program kerja, tetapi juga melalui kebersamaan dan komunikasi yang terjalin secara berkelanjutan.
“Lailatul Ijtima’ merupakan sarana kumpul-kumpul dan strategi untuk saling mengeratkan tali silaturahmi antara pengurus dengan jamaah,” ujarnya.
Menurut Saeroji, forum-forum seperti ini menjadi ruang yang efektif untuk menyampaikan gagasan, membangun kesepahaman, dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung berbagai program organisasi, termasuk di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa GASNU lahir dari semangat untuk memperkuat kembali hubungan warga Nahdlatul Ulama dengan lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Pendidikan, menurutnya, merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini menjadi karakter khas NU.
“Melalui GASNU, diharapkan anak-anak warga NU sekolah di lembaga yang berada di bawah naungan Ma’arif NU karena lebih jelas akidahe, jelas manfaate, dan jelas barokahe,” katanya.
Pesan tersebut menjadi inti dari gerakan yang diperkenalkan kepada jamaah Singojuruh. GASNU tidak hanya dimaksudkan sebagai ajakan memilih lembaga pendidikan tertentu, tetapi juga sebagai gerakan membangun kesadaran kolektif bahwa sekolah dan madrasah NU perlu mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang menjadi bagian dari organisasi itu sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Saeroji juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap lembaga-lembaga yang dibangun dan dikelola oleh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dilepaskan dari kepedulian warga terhadap seluruh aset perjuangan yang dimiliki.
“Orang NU harus peduli dengan lembaganya sendiri,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari jamaah yang hadir. Dalam konteks pendidikan, kepedulian terhadap lembaga sendiri menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sekolah dan madrasah NU agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
Selain memperkenalkan GASNU, kegiatan ini juga menjadi momentum launching LAZISNU sebagai bagian dari penguatan peran organisasi dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran kedua program tersebut menunjukkan komitmen NU untuk terus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui berbagai bidang pengabdian.
Dari sisi manfaat, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran jamaah untuk menghidupkan dan mendukung lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU. Kesadaran tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam memperkuat keberlangsungan pendidikan NU sekaligus memperkokoh peran organisasi di tengah masyarakat.
Melalui pengenalan GASNU dalam forum Lailatul Ijtima’, PC LP Ma’arif NU bersama MWC LP Ma’arif NU Singojuruh berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap pendidikan dapat terus tumbuh di kalangan warga Nahdliyin. Dengan dukungan masyarakat yang semakin kuat, sekolah dan madrasah Ma’arif NU diharapkan mampu terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang memberikan manfaat, keberkahan, dan kontribusi nyata bagi generasi masa depan.
