Banyuwangi – Upaya memperkuat sinergi antarunsur Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyukseskan Gerakan Ayo Sekolah NU (GASNU) 2026 terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Guru di bawah naungan LP Ma’arif NU yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026) di MI Salafiyah Darul Falah Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Sempu tersebut menghadirkan sekitar 30 peserta dan dihadiri sejumlah tokoh penting NU, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banyuwangi, Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi H. Saeroji, Ketua MWC NU Kecamatan Sempu, serta Ketua LP Ma’arif MWC NU Sempu.
Baca Juga : Saeroji: LP Ma’arif Tak Kekurangan SDM, Tantangannya Ada pada Pengelolaan Profesional
Pembinaan ini menjadi bagian dari langkah strategis LP Ma’arif NU Banyuwangi untuk melakukan sinkronisasi gerak seluruh unsur dan warga NU dalam menghadapi momentum Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 sekaligus memperkuat eksistensi lembaga pendidikan Ma’arif di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Dalam arahannya, Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi H. Saeroji menegaskan bahwa keberhasilan program-program LP Ma’arif, khususnya GASNU 2026, sangat bergantung pada dukungan dan kolaborasi seluruh elemen NU.
Ia mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan, guru, serta pengurus NU di berbagai tingkatan untuk bergerak bersama dalam mengawal program strategis organisasi.
“Dukungan dan kolaborasi dari semua pihak sangat diperlukan agar program-program LP Ma’arif, terutama GASNU, dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan NU,” tegasnya.
Menurut H. Saeroji, momentum GASNU harus terus dijaga dan diperkuat agar tidak kehilangan peluang besar dalam menghadapi masa penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang. Karena itu, seluruh komponen NU diminta untuk terus melakukan syiar dan sosialisasi program tersebut kepada masyarakat.
Selain membahas GASNU, forum pembinaan juga mengangkat sejumlah agenda penting terkait penguatan tata kelola pendidikan Ma’arif. Salah satunya adalah program pembaruan Surat Keputusan (SK) Guru LP Ma’arif yang akan dilakukan secara serentak.
H. Saeroji menjelaskan bahwa SK guru tersebut nantinya akan diserahkan secara bersama-sama dan disertai proses baiat ulang yang akan dipimpin oleh Rais Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banyuwangi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen para pendidik terhadap perjuangan pendidikan Ma’arif NU.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya percepatan pendataan lembaga pendidikan sebagai bagian dari kebutuhan administrasi dan penguatan basis data organisasi. Seluruh lembaga diminta segera mengirimkan data yang diperlukan agar program-program LP Ma’arif dapat berjalan lebih terukur dan tepat sasaran.
Pesan lain yang mendapat perhatian peserta adalah pentingnya membangun fanatisme positif terhadap jam’iyah NU melalui pendidikan. H. Saeroji mengingatkan bahwa warga Nahdliyin perlu memiliki kepedulian untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga pendidikan NU.
Menurutnya, penguatan budaya bersekolah di lembaga NU menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan perjuangan organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan yang dikelola warga Nahdliyin.
Meski demikian, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan semangat perbaikan dan kolaborasi. Setiap kekurangan yang masih ditemukan di lingkungan lembaga pendidikan hendaknya dibenahi secara bersama-sama tanpa saling menyalahkan ataupun menjatuhkan.
“Jika ada kekurangan, mari dibenahi bersama. Kita perlu berkolaborasi dengan seluruh unsur di NU maupun pihak luar yang saling menguntungkan, sah, dan baik, tanpa saling menjatuhkan,” pesannya.
Lebih lanjut, Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi mendorong terwujudnya sekolah unggulan Ma’arif di setiap kecamatan sebagai pusat layanan pendidikan berkualitas yang mampu menjadi pilihan utama masyarakat. Ia juga meminta seluruh jajaran untuk melaksanakan tujuh perintah Ketua PC LP Ma’arif secara konsisten dan penuh tanggung jawab.
Upaya peningkatan jumlah peserta didik juga menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam pembinaan tersebut. H. Saeroji mengajak seluruh unsur pendidikan Ma’arif untuk lebih aktif melakukan pendekatan kepada warga NU yang masih menyekolahkan putra-putrinya di lembaga lain, sehingga semakin banyak generasi Nahdliyin yang menempuh pendidikan di sekolah dan madrasah NU.
Di bidang bantuan pendidikan, kabar positif juga disampaikan kepada para peserta. LP Ma’arif NU Banyuwangi berkomitmen mengupayakan penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) melalui koordinasi dengan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan, sehingga lebih banyak peserta didik dari keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan pendidikan.
Kegiatan pembinaan ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi antar komponen NU di Kecamatan Sempu, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran pendidikan sebagai instrumen utama pengembangan sumber daya manusia Nahdliyin.
Melalui penguatan kolaborasi, percepatan program GASNU 2026, pembenahan tata kelola lembaga, serta peningkatan loyalitas warga terhadap pendidikan NU, LP Ma’arif NU Banyuwangi berharap mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang semakin kuat, berkualitas, dan berdaya saing. Seluruh pesan yang disampaikan dalam forum tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni membangun kemandirian dan kemajuan pendidikan NU melalui kerja bersama seluruh elemen organisasi.
