BANYUWANGI – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Banyuwangi terus memperkuat konsolidasi organisasi guna memperluas dukungan terhadap pendidikan Nahdlatul Ulama di seluruh wilayah Banyuwangi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Banyuwangi yang digelar pada Kamis, 3 Juni 2026, di Kantor LP Ma’arif PCNU Banyuwangi.
Kegiatan ini dihadiri oleh 17 Ketua MWC NU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan koordinatif antara LP Ma’arif dan struktur NU di tingkat kecamatan sekaligus menyatukan langkah dalam mendukung Gerakan Ayo Sekolah NU (GASNU).
Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat antara LP Ma’arif dengan jajaran NU di seluruh tingkatan. Menurutnya, keberhasilan pengembangan pendidikan Ma’arif tidak dapat dilepaskan dari dukungan dan keterlibatan seluruh elemen organisasi Nahdlatul Ulama.
Baca Juga : Ketua LP Ma’arif Terima Arahan Strategis dalam Konsolidasi PCNU Banyuwangi
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi sarana penyampaian hasil Rapat Kerja MWC Ma’arif kepada jajaran MWC NU. Selain itu, dibahas pentingnya memastikan seluruh kegiatan LP Ma’arif di tingkat kecamatan diketahui dan mendapatkan dukungan dari MWC NU setempat sehingga tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan.
Dalam forum tersebut, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menekankan bahwa Gerakan Ayo Sekolah NU bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, melainkan gerakan bersama seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, MWC NU, lembaga, dan badan otonom (banom) diminta ikut berperan aktif menyukseskan GASNU hingga menjangkau tingkat ranting dan anak ranting.
“Terbangun hubungan koordinatif antara LP Ma’arif dan struktur NU di tingkat kecamatan,” tegas Drs. H. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., dalam arahannya kepada para peserta rapat.
Ia juga menegaskan bahwa pengurus NU di semua tingkatan harus menjadi teladan dalam Gerakan Ayo Sekolah NU. Keteladanan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya mendukung sekolah-sekolah NU.
Selain membahas penguatan GASNU, forum koordinasi juga menghasilkan sejumlah poin strategis terkait hubungan kelembagaan antara MWC NU dan MWC Ma’arif. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah perlunya peran aktif MWC NU dalam mendukung keberlangsungan MWC Ma’arif di wilayah masing-masing.
Para peserta menilai bahwa hubungan yang erat antara kedua struktur tersebut akan memperkuat pembinaan lembaga pendidikan serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah Ma’arif di tingkat akar rumput. MWC NU juga didorong untuk mengetahui jumlah lembaga pendidikan yang berada di wilayahnya serta secara berkala berkomunikasi dengan pengurus MWC Ma’arif guna memantau perkembangan lembaga pendidikan yang ada.
Dalam pembahasan lainnya, peserta rapat menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi dan pemahaman ke-NU-an di lingkungan pendidikan Ma’arif. Forum mencatat bahwa masih terdapat guru-guru Ma’arif yang pemahaman dan penguatan ideologis ke-NU-annya perlu terus ditingkatkan. Karena itu, program kaderisasi seperti Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak (PD-PKP) dipandang penting untuk terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Ma’arif.
Dukungan terhadap sekolah-sekolah NU dalam memperoleh peserta didik baru juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. MWC NU diharapkan dapat memberikan dukungan nyata melalui koordinasi dengan ranting, anak ranting, maupun banom agar bersama-sama membantu mengenalkan dan menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif.
Forum juga mengidentifikasi bahwa kurangnya sinergi di beberapa wilayah masih menyebabkan sebagian lembaga pendidikan belum mengenal secara baik struktur MWC NU yang menaunginya. Kondisi tersebut dipandang perlu segera diperbaiki melalui komunikasi yang lebih intensif dan koordinasi yang berkesinambungan antara sekolah, MWC Ma’arif, dan MWC NU.
Melalui rapat koordinasi ini, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh struktur Nahdlatul Ulama dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Sinergi antara LP Ma’arif, MWC NU, lembaga, banom, ranting, dan anak ranting diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan NU sekaligus memperkuat keberadaan lembaga pendidikan Ma’arif di seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Dengan keterlibatan aktif seluruh unsur organisasi, Gerakan Ayo Sekolah NU diharapkan tidak hanya menjadi program kelembagaan, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang mampu memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
BERITA TERKAIT
