BANYUWANGI – LP Ma’arif PCNU Banyuwangi terus memperkuat konsolidasi pendidikan Nahdlatul Ulama melalui kegiatan Sapa Warga Pendidikan Ma’arif yang digelar di Kecamatan Purwoharjo, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri pengurus BP3MNU, kepala satuan pendidikan jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA di bawah naungan LP Ma’arif se-Kecamatan Purwoharjo.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan visi pengelolaan pendidikan Ma’arif, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menggerakkan partisipasi warga NU dalam menyukseskan Gerakan Ayo Sekolah Nahdlatul Ulama (GASNU) sebagai salah satu program prioritas LP Ma’arif.
Dalam sambutannya, Ketua MWC LP Ma’arif Purwoharjo, Sugiyo, menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen pendidikan dan warga NU dalam mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan Ma’arif.
Baca Juga : Zahra Warda Khumayra, Siswi SMK NU Darussalam Srono, Finalis Lomba Dai Kamtibmas Polresta Banyuwangi
Menurutnya, MWC LP Ma’arif Purwoharjo selama ini telah menjalankan sejumlah program yang berorientasi pada penguatan pemahaman keagamaan masyarakat, salah satunya melalui Program Fiqih Wanita.
Selain itu, Sugiyo menekankan bahwa keberhasilan GASNU tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga seluruh unsur organisasi dan masyarakat Nahdlatul Ulama.
“Penting untuk bersama-sama mensukseskan GASNU demi keberlangsungan pendidikan di bawah naungan Ma’arif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Purwoharjo memiliki karakteristik tersendiri dibanding kecamatan lain di Banyuwangi karena lembaga-lembaga pendidikannya secara murni menggunakan nama Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, potensi tersebut harus menjadi kekuatan bersama untuk membangun kesadaran warga dalam mendukung pendidikan NU.
Sugiyo mengajak seluruh lembaga, badan otonom, serta jamaah yasin dan tahlil agar bergerak secara serentak dalam mendukung gerakan GASNU sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini menuntut perubahan pola pikir seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Menurutnya, seluruh unsur pendidikan Ma’arif harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun pendidikan yang bermutu dan maju secara bersama-sama.
“Mindset seluruh stakeholder pendidikan harus diubah. Tujuannya satu, yaitu maju bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Dalam arahannya, Saeroji menyoroti pentingnya validitas data pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan organisasi. Ia meminta seluruh lembaga memastikan database pendidikan tersusun secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya penertiban Surat Keputusan (SK) guru agar tidak terjadi kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Database pendidikan harus benar-benar valid. Penertiban SK guru juga menjadi bagian penting agar tidak terjadi mal-administrasi,” katanya.
Lebih lanjut, Saeroji mengingatkan bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh loyalitas guru, tenaga kependidikan, serta kepala sekolah terhadap lembaga yang dipimpinnya.
Karena itu, ia menilai mekanisme pengangkatan guru dan kepala sekolah harus berjalan sesuai aturan dan kebutuhan lembaga agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkomitmen terhadap pengembangan pendidikan Ma’arif.
Dalam kesempatan tersebut, Saeroji juga mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan untuk menghapus stigma bahwa sekolah NU identik dengan biaya murah atau bahkan gratis.
Menurutnya, paradigma tersebut harus digantikan dengan orientasi pada mutu layanan pendidikan, kualitas pembelajaran, dan daya saing lembaga.
“Yang harus dibangun adalah sekolah yang bermutu. Mindset bahwa sekolah NU adalah sekolah gratis dan murahan harus dihilangkan,” ujarnya.
Terkait program GASNU, Saeroji menyebut gerakan tersebut sebagai titik awal atau miqot perjuangan bersama dalam membangun kemandirian dan keberlanjutan pendidikan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur organisasi NU, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.
Karena itu, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi saat ini tengah melakukan konsolidasi bersama MWC NU se-Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom NU, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membangun gerakan kolektif yang terarah dan berkelanjutan dalam memperkuat eksistensi lembaga pendidikan Ma’arif di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompetitif.
Di akhir arahannya, Saeroji meminta seluruh jajaran pendidikan Ma’arif segera menindaklanjuti dan melaksanakan tujuh perintah Ketua PC LP Ma’arif sebagai bagian dari agenda penguatan organisasi dan peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan Sapa Warga Pendidikan Ma’arif di Purwoharjo ini menjadi bagian dari upaya LP Ma’arif PCNU Banyuwangi untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, dan penyamaan persepsi di tingkat akar rumput. Melalui forum tersebut, diharapkan seluruh elemen pendidikan Ma’arif semakin solid dalam membangun tata kelola lembaga yang profesional, memperkuat kualitas pendidikan, serta menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.
BERITA TERKAIT
