BANYUWANGI – Ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi, Drs. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., menghadiri kegiatan Tasyakuran Akhir Pembelajaran MI Al Hikmah 1 Srono yang digelar pada Selasa (9/6/2026) di lingkungan MI Al Hikmah 1 Srono. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Madrasah Habib beserta jajaran dewan guru dan wali murid kelas VI yang mengikuti prosesi pelepasan siswa tahun pelajaran 2025/2026.
Momentum tasyakuran tersebut tidak hanya menjadi ajang pelepasan peserta didik, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi warga Nahdlatul Ulama dalam memperkuat eksistensi lembaga pendidikan Ma’arif di Kecamatan Srono.
Baca Juga : Ketua LP Maarif PCNU Banyuwangi Seru Lembaga Beridentitas NU Kembali Bersatu di Naungan Maarif
Dalam sambutannya, Saeroji menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan Ma’arif yang selama ini berkhidmat mendidik generasi muda. Ia menegaskan bahwa madrasah merupakan tempat yang tepat untuk membentuk karakter, akidah, dan kompetensi peserta didik secara seimbang antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.
“Madrasah adalah tempat yang paling tepat untuk mendidik putra-putri kita. Di sini anak-anak tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga pendidikan akidah dan akhlak yang menjadi fondasi kehidupan mereka,” ujarnya di hadapan para wali murid.
Pada tahun ini, MI Al Hikmah 1 Srono meluluskan sebanyak 54 siswa. Menurut Saeroji, capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata madrasah dalam mencetak generasi penerus yang memiliki bekal akademik sekaligus nilai-nilai keislaman yang kuat.
Ia juga mengajak seluruh unsur Nahdlatul Ulama di Kecamatan Srono, mulai dari MWC NU, badan otonom (banom), hingga warga NU secara umum, untuk memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan dan perkembangan lembaga pendidikan Ma’arif, khususnya MI Al Hikmah 1 Srono.
“MWC NU Srono beserta seluruh jajarannya dan seluruh banom harus benar-benar mendukung eksistensi lembaga pendidikan yang ada. Khususnya MI Al Hikmah 1 Srono agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Saeroji menegaskan bahwa salah satu keunggulan utama madrasah adalah kejelasan dalam menjaga dan mengajarkan akidah Ahlussunah Wal Jama’ah. Karena itu, ia mengingatkan para orang tua agar terus mengawal pendidikan dan akidah anak-anak setelah mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.
“Perjuangan mendidik anak tidak berhenti ketika mereka lulus. Orang tua harus terus mengawal akidah dan perkembangan pendidikan anak-anak agar tetap berada di jalan yang benar,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LP Ma’arif NU Banyuwangi juga menyinggung capaian akademik lembaga-lembaga Ma’arif. Ia menyebut bahwa rata-rata nilai TKA tingkat MI dan MTs banyak diraih oleh siswa-siswi dari madrasah Ma’arif. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan Ma’arif tidak perlu diragukan.
“Prestasi akademik yang diraih siswa-siswi Ma’arif menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Ma’arif memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing,” ujarnya.
Selain menyoroti kualitas pendidikan, Saeroji kembali menggaungkan Gerakan Ayo Sekolah di NU (GASNU) yang selama ini menjadi salah satu program penguatan pendidikan Ma’arif. Ia mengajak warga NU untuk memberikan kepercayaan kepada lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, keberlangsungan lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada pengelola sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga NU.
“Terus kampanyekan dan promosikan lembaga pendidikan Ma’arif NU. Meskipun lembaga tersebut sudah dikenal dan eksis, promosi harus terus dilakukan agar keberadaannya semakin kuat dan semakin dipercaya masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan di masa depan. Oleh sebab itu, lembaga pendidikan harus dikelola secara profesional dan tidak boleh mengorbankan kualitas.
“Pendidikan adalah investasi dan tanaman saham. Karena itu harus dirawat dengan baik dan benar. Jangan membuat sekolah menjadi murahan. Kualitas harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan, Saeroji mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat LP Ma’arif NU Banyuwangi akan menyelenggarakan pelatihan bagi kepala sekolah, kepala madrasah, wakil kepala sekolah, serta para guru. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan lembaga pendidikan Ma’arif sehingga kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah strategis LP Ma’arif NU Banyuwangi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, sekaligus memastikan lembaga pendidikan Ma’arif tetap menjadi pilihan masyarakat.
Kegiatan tasyakuran di MI Al Hikmah 1 Srono berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Selain menjadi ajang pelepasan siswa kelas VI, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara madrasah, wali murid, dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan berbasis nilai-nilai Ahlussunah Wal Jama’ah.
Melalui pesan-pesan yang disampaikan, LP Ma’arif NU Banyuwangi berharap dukungan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif terus meningkat sehingga madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, serta memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keagamaan yang seimbang.
BERITA TERKAIT
