BANYUWANGI – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Banyuwangi menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Ketua LP Ma’arif MWCNU se-Kabupaten Banyuwangi guna membahas mekanisme penulisan ijazah Ma’arif bagi lulusan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026, di Kantor LP Ma’arif PCNU Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kelembagaan sekaligus penataan administrasi pendidikan yang lebih tertib, seragam, dan akuntabel.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pelaksanaan administrasi pendidikan berjalan sesuai ketentuan organisasi, khususnya terkait penerbitan ijazah Ma’arif atau syahadah bagi peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di lembaga yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Kegiatan dipandu oleh Wakil Sekretaris LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Abdur Rohim, M.Pd., dan dihadiri oleh seluruh Ketua LP Ma’arif MWCNU dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi sekaligus penyamaan persepsi mengenai prosedur penulisan ijazah agar pelaksanaannya memiliki standar yang sama di seluruh wilayah.
Selain membahas aspek teknis penulisan ijazah, rapat juga diarahkan pada penguatan kelembagaan dan manajerial LP Ma’arif MWCNU sebagai ujung tombak pelayanan organisasi di tingkat kecamatan. Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan setiap pengurus LP Ma’arif MWCNU mampu menjalankan fungsi pelayanan pendidikan secara lebih profesional dan terstruktur.
Baca Juga : LP Maarif Banyuwangi Dorong Lulusan MA Maarif NU KYF Srono Lanjutkan Pendidikan Tinggi
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa ijazah Ma’arif memiliki fungsi sebagai syahadah atau penegasan identitas bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan pada lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif. Keberadaan dokumen tersebut tidak hanya menjadi bukti akademik, tetapi juga merepresentasikan keterikatan lulusan dengan sistem pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama.
Abdur Rohim, M.Pd., yang memandu jalannya kegiatan, menekankan pentingnya keseragaman mekanisme administrasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas tata kelola lembaga pendidikan Ma’arif di seluruh Banyuwangi.
“Koordinasi ini dilakukan dalam rangka penataan dan tertib administrasi kelembagaan, khususnya terkait mekanisme penulisan ijazah Ma’arif bagi para lulusan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif,” ujarnya dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi dan sosialisasi kebijakan organisasi yang telah ditetapkan oleh LP Ma’arif NU Wilayah Jawa Timur. Salah satu dasar pelaksanaannya adalah Surat Keputusan Nomor: 343/PW.16/A.II.01.21/16/12/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Ujian Akhir Ma’arif NU Tahun Ajaran 2025/2026.
Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa penyelenggaraan Ujian Akhir Ma’arif NU (UAMNU) merupakan bagian dari program organisasi di bidang evaluasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas peserta didik di lingkungan madrasah maupun sekolah Ma’arif NU. Program tersebut dilaksanakan bagi peserta didik kelas akhir pada seluruh jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU.
Selain sebagai instrumen evaluasi pendidikan, UAMNU juga memiliki makna strategis dalam memperkuat identitas ke-NU-an peserta didik. Oleh karena itu, seluruh siswa kelas akhir di madrasah maupun sekolah Ma’arif NU diwajibkan mengikuti Ujian Akhir Ma’arif NU Tahun Ajaran 2025/2026.
Kebijakan tersebut menjadi dasar penting bagi penerbitan ijazah Ma’arif sebagai dokumen yang menegaskan bahwa peserta didik telah mengikuti seluruh proses pendidikan dan evaluasi sesuai standar yang ditetapkan organisasi. Dengan demikian, mekanisme penulisan ijazah yang tertib dan seragam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas serta kredibilitas pendidikan Ma’arif.
Rapat koordinasi ini juga memperlihatkan komitmen LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dalam membangun sistem manajemen pendidikan yang lebih kuat dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Penguatan peran Ketua LP Ma’arif MWCNU dipandang penting karena mereka merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada lembaga pendidikan Ma’arif di wilayah masing-masing.
Ke depan, agenda penataan manajemen organisasi akan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan di tingkat akar rumput melalui optimalisasi peran LP Ma’arif MWCNU. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem koordinasi yang lebih efektif, mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi lembaga, serta mendukung terwujudnya tata kelola pendidikan yang semakin profesional.
Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem administrasi, manajemen, dan pelayanan pendidikan di lingkungan Ma’arif NU. Keseragaman mekanisme penulisan ijazah yang dibahas dalam rapat bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga identitas, kualitas, dan integritas lembaga pendidikan Ma’arif sebagai salah satu pilar penting pendidikan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi.
BERITA TERKAIT
