BANYUWANGI – Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, Drs. H. Saeroji, M.Pd.I., M.Ag., menghadiri Rapat Konsolidasi Antar Lembaga yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi di Aula PCNU Banyuwangi, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi dan evaluasi program yang mempertemukan seluruh lembaga di lingkungan PCNU Banyuwangi.
Baca Juga : 104,6 Persen! GASNU MWC Maarif Srono Lampaui Target Perolehan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027
Dalam rapat tersebut, masing-masing lembaga memaparkan program kerja beserta progres pelaksanaan yang telah dijalankan. LP Ma’arif PCNU Banyuwangi menjadi salah satu lembaga yang turut mengikuti proses konsolidasi sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Ketua PCNU Banyuwangi, H. Ahmad Turmudzi, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh lembaga yang berada di bawah naungan PCNU membawa nama besar Nahdlatul Ulama sehingga setiap program harus dirancang dan dilaksanakan secara profesional.
“Semua lembaga membawa nama besar Nahdlatul Ulama'. Kegiatan harus selalu terencana, terprogram, dan terukur,” tegas H. Ahmad Turmudzi.
Arahan tersebut menjadi penekanan penting bagi seluruh lembaga, termasuk LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, untuk terus memperkuat budaya kerja yang berbasis perencanaan, target yang jelas, dan indikator keberhasilan yang dapat diukur.
Selain itu, Ketua PCNU Banyuwangi juga menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang berpedoman pada Peraturan Perkumpulan (Perkum), AD/ART organisasi, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap setiap program yang dijalankan.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memiliki mekanisme pengawasan dan evaluasi yang jelas agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, H. Ahmad Turmudzi juga mengingatkan bahwa seluruh lembaga memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghidupi dan membesarkan organisasi.
“Semua bergerak untuk berkhidmah menghidupi rumah besar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Bagi LP Ma’arif PCNU Banyuwangi, pesan tersebut menjadi penguatan semangat dalam mengelola sektor pendidikan sebagai salah satu pilar penting pengabdian NU kepada masyarakat. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai layanan kelembagaan, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi yang berkualitas dan berkarakter.
Secara khusus, Ketua PCNU Banyuwangi memberikan penegasan mengenai peran strategis LP Ma’arif dalam mengelola pendidikan.
“Pendidikan di LP Ma’arif dikelola dengan penuh rasa tanggung jawab,” katanya.
Arahan tersebut menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran LP Ma’arif untuk terus menjaga kualitas tata kelola pendidikan, memperkuat mutu layanan satuan pendidikan, serta memastikan amanah organisasi dijalankan secara profesional.
Selain aspek tata kelola dan tanggung jawab kelembagaan, rapat konsolidasi juga menekankan pentingnya membangun sinergi internal maupun eksternal. Seluruh lembaga didorong untuk memperkuat kolaborasi agar program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Nahdliyin dan masyarakat.
Kehadiran Ketua LP Ma’arif PCNU Banyuwangi dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus menyelaraskan program pendidikan dengan arah kebijakan organisasi. Melalui konsolidasi ini, LP Ma’arif memperoleh penguatan terkait pentingnya perencanaan program yang terukur, tata kelola yang akuntabel, budaya monitoring dan evaluasi, serta pengembangan sinergi sebagai fondasi utama dalam menjalankan khidmah pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Rapat konsolidasi antar lembaga ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kesamaan langkah seluruh perangkat organisasi PCNU Banyuwangi dalam mewujudkan program yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan umat serta masyarakat luas.
BERITA TERKAIT
